Kritik dan saran

Bagi yang punya ilmu,langsung tambahin ke comment aja dengan mengisi anonym aja,kalo mo cantumin nama langsung di isi sarannya itu yap,oya, bisa juga langsung kirim email ke

muziro1787@gmail.com


Fitur baru,ayo rame2 diskusi,klo dah gbung,ajak yang laen juga yuppp

leukosit.blogspot.com

Senin, 12 Mei 2008

Radang akut dan kronis


Radang


Sebuah bisul di kulit, memperlihatkan kemerahan dan bengkak yang merupakan karakteristik peradangan <>
Adalah respon biologic yang komplek dari jaringan vaskular pada rangsangan, seperti patogen, sel rusak, atau iritasi. Peradangan tidak sama dengan infeksi. Bahkan di kasus peradangan yang disebabkan infeksi, tidak dibenarkan untuk memakai istilah ini, perbedaannya adalah kalau infeksi disebabkan pathogen eksogen, sedangkan peradangan adalah respon organisme terhadap pathogen.
Dalam peradangan, luka dan infeksi, tidak akan pernah disembuhkan dan progres penghancuran dari jaringan akan menyelesaikan organisme yang bertahan hidup. Bagaimanapun juga, peradangan yang tak terkontrol, dapat juga menjadi penyakit, seperti sakit tenggorokan, atherosclerosis, rheumatoid arthritis. Ini merupakan dalih bahwa normalnya di atur oleh tubuh.

Sedangkan menurut www.footphysicians.com, peradangan merupakan respon pertahanan tubuh yang normal karena suatu luka, iritasi, maupun pembedahan. Proses pertahanan alami ini, meningkatkan arus darah yang dipompa ke area yang dituju, menghasilkan kumpulan cairan. Sebagai respon pertahanan tubuh yang terakhir, gejala peradanganpun meningkat, termasuk :
• Pembengkakan
• Rasa sakit
• Peningkatan suhu dan pemerahan kulit
Peradangan dapat diklasifikasikan menjadi akut dan kronik. Radang akut adalah respon tubuh terhadap rangsangan yang merusak dan diselesaikan oleh pergerakan plasma dan leukosit dari vaskuler ke jaringan yang rusak. Proses ini merupakan perluasan dan pematangan respon peradangan, termasuk sistem vaskular dan imun sekitar serta berbagai macam sel di dalam jaringan yang terluka tersebut. Peradangan yang lama juga disebut dengan peradangan kronik.
Penyebab
• Luka bakar
• Iritasi kimia
• Radang karena kedinginan
• Racun
• Infeksi disebabkan patogen
• Nekrosis
• Radiasi
• Benda asing
Perbedaan peradangan akut dan kronik
Akut Kronik
Agent penyebab Patogen, jaringan rusak Inflamasi dari patogen,benda asing, autoimun
Sel yang terlibat PMN, monosit,makrofag,mononuclear Mononuclear, fibroblas
Media primer Vasoaktif amine IFN gamma,sitokin
Onset Pertengahan Lamban
Durasi Singkat Lamban
Efek Penyembuhan, radang kronik Perusakan jaringan


Radang akut


Infeksi kuku yang tumbuh ke dalam memperlihatkan karakteristik kemerahan dan bengkak yang diikuti radang akut.
Radang akut, proses pendek yang ditandai dengan tanda klasik dari peradangan- bengkak, kemerahan, nyeri, panas, dan kehilangan fungsi-ketika terjadinya infiltrasi jaringan oleh leukosit dan plasma. Ini terjadi selama stimulus luka ada dan berhenti ketika stimulus telah di hilangkan, rusak, ataupun ditutup oleh fibrosis.
Proses peradangan akut ini diinisiasi oleh darah yang menuju tempat terjadinya luka, yang memindahkan protein plasma dan leukosit-leukosit (eksudat) dalam jaringan. Peningkatan aliran cairan yang menuju jaringan akan menyebabkan bengkak yang diikuti inflamasi semasih system limfatik tidak dapat mengkompensasi, dan meningkatnya aliran darah ke area, menyebabkan merah dan panasnya daerah inflamasi tersebut.
Tanda-tanda klasik pada peradangan akut adalah sebagai berikut :
Rubor-Kemerahan
Calor-Panas
Tumor-Bengkak
Dolor-Nyeri
Functio laesa-Hilang fungsi

Radang Kronik
Radang kronik adalah kondisi patologis yang ditandai dengan inflamasi yang aktif, penghancuran jaringan, perbaikan. Radang kronik tidak ditandai dengan tanda klasik yang dimiliki radang akut. Karena, jaringan yang mengalami radang akut diinfiltrasi oleh mononuclear sel imun (monosit, makrofag, limfosit, dan plasma sel) penghancuran jaringan, dan mengalami penyembuhan, termasuk juga angiogenesisbdan fibrosis.
Fakor endogen menyebabkan radang akut. Sedangkan factor eksogen menyebabkan variasi termasuk infeksi bakteri, khususnya Mycobacterium Tuberculosis. Proses yang lama juga disebabkan oleh agent kimiawi, seperti silica, asap rokok, maupun respon autoimun seperti rheumatoid arthtritis.
Dalam radang akut, pembuangan stimulus penghentian penarikan monosit ke dalam jaringan yang mengalami peradangan dan pengeluaran melalui limfatik. Sedangkan jaringan yang mengalami peradangan kronik memiliki stimulus tersebut yang menetap, maka dari itu, perekruitan monosit sangat dipertahankan, makrofag yang sudah ada tetap di tempat, dan proliferasi dari makrofag tetap di rangsang.
Contoh ketidaknormalan inflamasi
1. Asma
2. Autoimun
3. Radang kronik
4. Prostatitis kronik
5. Glomerulonephritis
6. Hipersensitivitis
7. Radang perut
8. Radang pelvis
9. Rheumatoid Arthtritis
10. Penolakan transplantasi
11. Vaskulitis

Tidak ada komentar: